25
Agu
06

Sop Kambing dan Es Krim PD Rasa

Bicara soal makanan memang mengasyikan,Asal tahu saja, bisnis di dunia IT mungkin hanya trend sesaat. Tapi bisnis di dunia makanan mungkin baru akan padam saat dunia ini mencapai hari akhirnya atau pendek katanya, kiamat.

Malam itu saya, Surur, Bunda, Jay dan Mami Mira mengadakan kop…maksud saya rapat EO. Asalnya tempat yang menjadi tujuan kami adalah Bakso Avon di Ahmad Yani yang masih menjadi misteri hingga saat ini. Jay dan Mira sudah menunggu disebuah kafe ( mungkin lebih tepat warung kopi ) di simpang lima sana saat saya dan Surur masih terjebak macet di Setiabudi.

Setelah menjemput Bunda di kantornya kamipun bergerak menuju lokasi rendezvous. Sial, ternyata tempat yang dituju sudah tutup. Aneh, secara saat itu waktu masih menunjukan pukul tujuh sore. Setelah berdiskusi sebentar, akhirnya kami sampai pada dua pilihan tempat : PD Rasa atau Sop Kambing di Banceuy. Bunda yang tampaknya memang sudah mengidam makan eskrim di tempat itu. Tapi ingat, In this small world of cuisines, when you narrow your options down to two, always choose both. BOTH.

Berhubung saat itu kami berada di Ahmad Yani, tepat di dekat Simpang Lima, maka tujuan pertama adalah sop kambing di Banceuy. Dari dulu saya memang sudah berkoar-koar tentang nikmatnya sop kambing ini. Malam ini kami membuktikannya.

Tempat itu masih sepi, hanya satu dua orang pengunjung tampak sedang menikmati santapannya. Kami memilih tempat duduk di pojokan tenda agar tidak menggangu pengunjung lainnya, mengingat kehadiran kami akan membuat suasana disitu menjadi berisik, ya, BERISIK. Sejak turun dari mobil, Mami sudah bergumam tentang apa yang akan dimakannya, sekilas terdengar “ceuli” yang artinya telinga. Saya setuju. Ears are Crunchy. Kemudian kami dihadapkan dengan dua baskom besar yang berisi aneka macam isi sop tersebut. Babat, Daging, usus, Telinga, tulang muda dan sebagainya. silakan pilih yang anda suka, makin variatif makin bagus.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya masakan pun disajikan. Wanginya benar-benar menggoda. Mungkin sanggup meruntuhkan konsentrasi sembahyang sang ustad. Mangkuk berisi berbagai macam daging dan sayuran, dibanjiri dengan kuah berwarna kuning kehijauan, seolah-olah memanggil hati nurani kami untuk segera menyantapnya. Weits, tenang bi, potret dulu, baru disantap. Mereka juga menambahkan sepotong mentega pada mangkuk itu, ini yang akan membuat lidah kita menari saat potongan daging dan kuah itu meluncur di dalam mulut kita. Potongan-potongan emping juga ditaburkan didalam mangkuk itu, biar saat mengunyah, kita pun akan merasakan sesuatu yang renyah juga. Tinggal tambah kecap dan sedikit tetesan jeruk nipis. Exquisite!

Selesai menyantap hidangan istimewa tadi dan membiarkan elemen-elemen pencernaan di lambung memulai pekerjaannya, kami pun beranjak pergi. Waktu masih menunjukan pukul delapan kurang lima menit. Bubar? Rapat EO kok sebentar amat! Ok, Tujuan berikutnya, PD Rasa. Berangkat.

PD Rasa, Ice Cream & Bakery. Terletak di jalan lengkong, sebelum perempatan jalan Asia Afrika dan Hotel Hyatt ( Atau Homann? ) pokoknya hotel itulah. Tempat ini sudah ada dari dulu. 60an? 70an? pokoknya sejak saya masi kecil sudah sering dibawa ke tempat ini. Kalau dipikir-pikir, setelah tadi mulut kami dipenuhi oleh hidangan “berat” seperti sop kambing tadi, a little ice cream for dessert won’t hurt. pasti menyenangkan.Suasana tempat itu lenggang, tak begitu banyak pengunjung yang datang ke tempat itu. Justru malah lebih enak, soalnya kalo ramai orang cenderung malas untuk menikmati eskrim sambil bersantai disitu.
Begitu menu disodorkan dihadapan kami, wah, melihat nama-nama eskrim disitu membuat kami mengalami kesulitan dalam memilih. Sleeping Beauty, Tutti Frutti, Black & Beauty dan sebagainya. Bingung. Setelah melewati proses penyaringan dan tanya jawab yang cukup memakan waktu ( seperti kejadian di warung cepot waktu itu ) Akhirnya kami memesan eskrim masing-masing. Namanya saya sudah lupa apa saja, saya memesan Eskrim Vanilla dan Coklat dengan potongan Kue Brownies sebagai pemanis rasa. Black & Beauty. Terus terang saja, saya berharap kulit saya akan menjadi lebih gelap setelah makan eskrim ini. Hehehehe. Bunda memesan 3 Scoop Eskrim dalam satu mangkuk, Strawberry, Coklat dan Vanilla ditaburi potongan buah- buahan diatasnya. ( Tapi kok porsinya lebih kecil yah,bund? ). Surur memesan Eskrim Vanilla yang dicampur dengan potongan buah-buahan dan ditaburi Mesjes diatasnya. Sementara Jay dan Mami memesan Eskrim Vanilla dan Strawberry dan potongan nenas ( atau mangga? ) lengkap dengan payung kecil diatasnya.Delicious!

Kami berada disitu sampai mereka tutup toko. Baru kami beranjak pulang.

Sop Kambingpdrasa001.jpgPD Rasa


6 Tanggapan ke “Sop Kambing dan Es Krim PD Rasa”


  1. 1 della ;)
    Oktober 9, 2006 pukul 2:12 am

    nge-junk ahh!!

    ntar lain kali kalo jalan2 buat MAKAN di bandung, ajak2 saya yah…hiks…tapi mungkin susah juga #*$&@ arrghhhh…!!!

  2. 2 ricci
    Agustus 9, 2007 pukul 5:53 am

    emmmmmmm yummmiiii kayaknya enak tuh mahal nggak

  3. 3 Assegaf
    September 29, 2007 pukul 4:27 pm

    Sop kambing memang makanan idaman saya hanya, saya tidak pernah bikin sendiri karena tidak tau resep dan bumbu2nya, saya pengen lho bikin sendiri, kira2 boleh minta resep sop kambing yg enak?!

  4. 4 Shanti
    Februari 22, 2008 pukul 5:09 am

    Emang yummy sich makanannya, tapi apa ga takut ama kolestrol sama tekanan darah tinggi pak :)

  5. 5 RINA
    Februari 27, 2008 pukul 8:45 am

    hi…….sssssssop kambing yang punya rasa special ada dimana dijakarta
    kata buku menurut diet golongan darah b sangat cocok kita makan daging embek apa lagi 2 yang punya tekanan darah rendah.

  6. 6 yuni
    Agustus 4, 2008 pukul 3:09 pm

    Waduh…. sampe ngiler bayanginnya tapi Fotonya kurang jelas Mas Es krimnya juga nga di Foto padahal aku pengen lihat,dan mahalnga harganya?……..


Tinggalkan Balasan